KEPEMIMPINAN
Leadership/kepemimpinan
adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memberikan arahan atau pengaruh
kepada orang lain, sehingga mau diajak bekerja sama dalam usaha mencapai
kesuksesan suatu tujuan. Pada dasarnya sifat kepemimpinan ini dimiliki secara
alami atau natural dalam diri, seiring dengan berkembangnya waktu (proses
kedewasaan).
Aspek
kepemimpinan tidak lepas dari berbagai kondisi lingkungan baik dari lingkup
yang ukurannya kecil seperti, bersaudara, berumah tangga, bermasyarakat, hingga
dalam cakupan luas seperti dalam bernegara. Dan kepemimpinan merupakan suatu
kebutuhan dan tuntutan dari berbagai kehidupan masyarakat.
TIPOLOGI KEPEMIMPINAN
Tipologi kepemimpinan
ini dapat dilihat perbedaannya dari sudut pandang interaksi secara personal
antara orang dalam organisasi. Tipe-tipe kepemimpinan ini pun masih menjadi
perdebatan antar para tokoh-tokoh. Menurut beberapa kelompok sarjana (dalam
Kartono, 2003); Shinta (2002) tipe kepemimpiann terbagi atas :
1. Tipe Kharismatis
Pemimpin yang memakai
tipe kempemimpinan ini memeliki energi, daya tarik, dan pembawaan yang luar
biasa untuk memengaruhi orang lain, sehingga pengikutnya sangat banyak dan
banyak orangmenaruh kepercayaan padanya. Tipe kepemimpinan ini dianggap
memiliki kekuatan supernatural dan superhuman sebagai karunia dari Tuhan.
Kepemimpinan ini memiliki inspirasi, keberanian, dan yakin terhadap pendirian
sendiri, sehingga memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.
2. Tipe
Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik
lebih identik dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai
berikut:
·
Mereka menganggap bawahannya sebagai
manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan,
·
Mereka bersikap terlalu melindungi,
·
Mereka jarang memberikan kesempatan
kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri,
·
Mereka hampir tidak pernah memberikan
kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif,
·
Mereka memberikan atau hampir tidak
pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan
imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri,
·
Selalu bersikap maha tahu dan maha
benar.
Sedangkan tipe
kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan
paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat
sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai
kasih sayang yang berlebih lebihan.
3. Tipe Militeristik
Tipe kepemimpinan
militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun
sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:
·
Lebih banyak memerintah, keras, sangat
otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana
·
Menghendaki kepatuhan mutlak dari
bawahan
·
Sangat menyenangi formalitas,
upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan
·
Menuntut adanya disiplin yang keras dan
kaku dari bawahannya
·
Tidak menghendaki saran, usul, sugesti,
dan kritikan-kritikan dari bawahannya
·
Komunikasi hanya berlangsung searah,
tanpa timbal balik komunikasi antar pemimpin dan bawahan
4. Tipe Otokratis (Outhoritative,
Dominator)
Kepemimpinan otokratis
memiliki ciri-ciri antara lain:
·
Mendasarkan diri pada kekuasaan dan
paksaan mutlak yang harus dipatuhi,
·
Pemimpinnya selalu berperan sebagai
pemain tunggal
·
Berambisi untuk merajai situasi
·
Setiap perintah dan kebijakan selalu
ditetapkan sendiri
·
Bawahan tidak pernah diberi informasi
yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan
·
Semua pujian dan kritik terhadap segenap
anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi
· Adanya sikap eksklusivisme
· Selalu ingin berkuasa secara absolut
·
Sikap dan prinsipnya sangat konservatif,
kuno, ketat dan kaku
·
Pemimpin ini akan bersikap baik pada
bawahan apabila mereka patuh
5. Tipe Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan
ini pemimpin secara praktis tidak memimpin. Pemimpin membiarkan anggota
organisasi untuk berbuat sesuai kehendak mereka. Pemimpin tidak berpartisipasi
sedikit pun di dalam proses organisasi. Semua pekerjaan dan tanggung jawab
dikerjakan oleh bawahannya. Di sini pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tak
memiliki keterampilan teknis, tak punya wibawa, tak mampu mengontrol
bawahannya, tak mampu menciptakan suasana koperatif dalam bekerja, dan tak
mampu melaksanakan koordinasi kerja. Biasanya kedudukan pemimpin disini pada
tipe kepemimpinan ini diperoleh dengan nepotisme. Oleh karena itu organisasi
yang dipimpinnya bisa kacau.
6. Tipe Kepemimpinan
Populistis
Tipe kepemimpinan ini
berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional yang berlaku pada masyarakat umum,
sehingga tidak mempercayai dukungan dari pihak luar. Dengan kata lain, tipe
kepemimpinan ini memegang teguh sikap nasionalisme.
7. Tipe Kepemimpinan
Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe
administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas
administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari
teknokrat-teknokrat dan administrator-administrator yang mampu menggerakkan
dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem
administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe
kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi,
indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.
8. Tipe Kepemimpinan
Demokratis
Kepemimpinan demokratis
berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para
pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan
pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik.
kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi
terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis
menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti
bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya
masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota se-efektif mungkin
pada saat-saat dan kondisi yang tepat.
FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEPEMIMPINAN
Berikut merupakan
faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepemimpinan seseorang baik dari diri
sendiri, maupun orang lain serta lingkungan sekitar kepemimpinan, :
a .
Faktor Personal
Faktor personal merupakan hal yang didapatkan oleh seorang pemimpin pada
dirinya, sejak dilahirkan ke dunia sebagai manusia serta faktor pendidikan yang
didapatkan. Ketika ia (pemimpin) lahir di dunia dengan membawa atau memiliki
sifat-sifat kepemimpinan, maka jika didukung oleh pendidikan dalam lingkup
formal atau non formal yang baik, ia akan menjadi pemimpin yang lebih hebat.
b.
Faktor Jabatan
Struktur kekuasaan yang dimiliki pun berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan
seseorang. Ketika seseorang memiliki jabatan yang lebih baik dari satu lainnya,
maka dengan sendirinya, akan memiliki sifat atau gaya kepemimpinan yang lebih
baik, bahkan dengan tuntutan.
c.
Faktor Situasi dan Kondisi
Situasi adalah kondisi yang menyertai perilaku kepemimpinan, kesesuaian antara
keadaan atau kondisi dengan seorang pemimpin yang tepat, dapat mempengaruhi
lingkungan sekitar yang dipimpin, menjadi lebih baik.
IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN
DALAM ORGANISASI
Seorang
pemimpin harus mempunyai keahlian dan pengetahuan yang sangat luas yang
diperoleh melalui pengembangan diri. Pengembangan diri ini menghasilkan
keterampilan-keterampilan seperti keterampilan teknis, keterampilan manajemen
sumber daya manusia, dan keterampilan konseptual. Kepemimpinan adalah
kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau
tidak mengerjakan sesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin
dalam organisasi maka semakin dituntut daripada nya kemampuan berfikir secara
konsepsional, strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam
organisasi maka ia akan semakin general, dan semakin besar tanggung jawab
terhadap suatu kelompok atau organisasi yang ia pimpin, sedangkan semakin
rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.
DAFTAR PUSTAKA :
Gunandi Getol Ph.O,
2009, Managing Your Strength and Weakness, hlm. 175-180.
Haryanto, S.Pd, (2010)
Tipe-Tipe Kepemimpian. http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/ (
7 April 2015 20:00 WIB)
Dhino Ambargo, Faktor
yang Mempengaruhi Kepemimpinan,
MUHAMMAD_KOSIM_SIRODJUDIN/DEFINISI_DAN_TEORI_KEPEMIMPINANx.pdf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar