Jumat, 10 April 2015

Kepemimpinan

KEPEMIMPINAN

            Leadership/kepemimpinan adalah kemampuan yang dimiliki seseorang dalam memberikan arahan atau pengaruh kepada orang lain, sehingga mau diajak bekerja sama dalam usaha mencapai kesuksesan suatu tujuan. Pada dasarnya sifat kepemimpinan ini dimiliki secara alami atau natural dalam diri, seiring dengan berkembangnya waktu (proses kedewasaan).
            Aspek kepemimpinan tidak lepas dari berbagai kondisi lingkungan baik dari lingkup yang ukurannya kecil seperti, bersaudara, berumah tangga, bermasyarakat, hingga dalam cakupan luas seperti dalam bernegara. Dan kepemimpinan merupakan suatu kebutuhan dan tuntutan dari berbagai kehidupan masyarakat.


TIPOLOGI KEPEMIMPINAN

Tipologi kepemimpinan ini dapat dilihat perbedaannya dari sudut pandang interaksi secara personal antara orang dalam organisasi. Tipe-tipe kepemimpinan ini pun masih menjadi perdebatan antar para tokoh-tokoh. Menurut beberapa kelompok sarjana (dalam Kartono, 2003); Shinta (2002) tipe kepemimpiann terbagi atas :
1. Tipe Kharismatis
Pemimpin yang memakai tipe kempemimpinan ini memeliki energi, daya tarik, dan pembawaan yang luar biasa untuk memengaruhi orang lain, sehingga pengikutnya sangat banyak dan banyak orangmenaruh kepercayaan padanya. Tipe kepemimpinan ini dianggap memiliki kekuatan supernatural dan superhuman sebagai karunia dari Tuhan. Kepemimpinan ini memiliki inspirasi, keberanian, dan yakin terhadap pendirian sendiri, sehingga memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Tipe Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih identik dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut:
     ·         Mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan,
     ·         Mereka bersikap terlalu melindungi,
     ·         Mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri,
     ·         Mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif,
     ·         Mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri,
     ·         Selalu bersikap maha tahu dan maha benar.

Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Tipe Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah:
     ·         Lebih banyak memerintah, keras, sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana
     ·         Menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan
     ·         Sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan
     ·         Menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya
     ·         Tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya
     ·         Komunikasi hanya berlangsung searah, tanpa timbal balik komunikasi antar pemimpin dan bawahan

4. Tipe Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain:
     ·         Mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi,
     ·         Pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal
     ·         Berambisi untuk merajai situasi
     ·         Setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri
     ·         Bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan
     ·         Semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi 
     ·      Adanya sikap eksklusivisme  
     ·        Selalu ingin berkuasa secara absolut
     ·         Sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku 
     ·         Pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh

5. Tipe Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini pemimpin secara praktis tidak memimpin. Pemimpin membiarkan anggota organisasi untuk berbuat sesuai kehendak mereka. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun di dalam proses organisasi. Semua pekerjaan dan tanggung jawab dikerjakan oleh bawahannya. Di sini pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tak memiliki keterampilan teknis, tak punya wibawa, tak mampu mengontrol bawahannya, tak mampu menciptakan suasana koperatif dalam bekerja, dan tak mampu melaksanakan koordinasi kerja. Biasanya kedudukan pemimpin disini pada tipe kepemimpinan ini diperoleh dengan nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya bisa kacau.

6. Tipe Kepemimpinan Populistis
Tipe kepemimpinan ini berpegang teguh pada nilai-nilai tradisional yang berlaku pada masyarakat umum, sehingga tidak mempercayai dukungan dari pihak luar. Dengan kata lain, tipe kepemimpinan ini memegang teguh sikap nasionalisme.

7. Tipe Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administrator-administrator yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Tipe Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota se-efektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.

FAKTOR YANG MEMPENGARUHI KEPEMIMPINAN
Berikut merupakan faktor-faktor yang dapat mempengaruhi kepemimpinan seseorang baik dari diri sendiri, maupun orang lain serta lingkungan sekitar kepemimpinan, :  
    a  .       Faktor Personal

      Faktor personal merupakan hal yang didapatkan oleh seorang pemimpin pada dirinya, sejak dilahirkan ke dunia sebagai manusia serta faktor pendidikan yang didapatkan. Ketika ia (pemimpin) lahir di dunia dengan membawa atau memiliki sifat-sifat kepemimpinan, maka jika didukung oleh pendidikan dalam lingkup formal atau non formal yang baik, ia akan menjadi pemimpin yang lebih hebat.


    b.      Faktor Jabatan

      Struktur kekuasaan yang dimiliki pun berpengaruh terhadap gaya kepemimpinan seseorang. Ketika seseorang memiliki jabatan yang lebih baik dari satu lainnya, maka dengan sendirinya, akan memiliki sifat atau gaya kepemimpinan yang lebih baik, bahkan dengan tuntutan.


    c.       Faktor Situasi dan Kondisi

      Situasi adalah kondisi yang menyertai perilaku kepemimpinan, kesesuaian antara keadaan atau kondisi dengan seorang pemimpin yang tepat, dapat mempengaruhi lingkungan sekitar yang dipimpin, menjadi lebih baik.

IMPLIKASI MANAJERIAL KEPEMIMPINAN DALAM ORGANISASI

            Seorang pemimpin harus mempunyai keahlian dan pengetahuan yang sangat luas yang diperoleh melalui pengembangan diri. Pengembangan diri ini menghasilkan keterampilan-keterampilan seperti keterampilan teknis, keterampilan manajemen sumber daya manusia, dan  keterampilan konseptual. Kepemimpinan adalah kekuasaan untuk mempengaruhi seseorang, baik dalam mengerjakan sesuatu atau tidak mengerjakan sesuatu. Jika semakin tinggi kedudukan seorang pemimpin dalam organisasi maka semakin dituntut daripada nya kemampuan berfikir secara konsepsional, strategis dan makro. Semakin tinggi kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia akan semakin general, dan semakin besar tanggung jawab terhadap suatu kelompok atau organisasi yang ia pimpin, sedangkan semakin rendah kedudukan seseorang dalam organisasi maka ia menjadi spesialist.

DAFTAR PUSTAKA :
Gunandi Getol Ph.O, 2009, Managing Your Strength and Weakness, hlm. 175-180.
Haryanto, S.Pd, (2010) Tipe-Tipe Kepemimpian. http://belajarpsikologi.com/tipe-tipe-kepemimpinan/ ( 7 April 2015 20:00 WIB)
Dhino Ambargo, Faktor yang Mempengaruhi Kepemimpinan, 


MUHAMMAD_KOSIM_SIRODJUDIN/DEFINISI_DAN_TEORI_KEPEMIMPINANx.pdf


Tidak ada komentar:

Posting Komentar