Senin, 16 Maret 2015

Peran Komunikasi dalam Organisasi

Pembukaan :
Proses komunikasi itu sendiri seringkali di anggap sebagai akar dari semua persoalan – persoalan yang timbul di dunia. Sebagaimana Hick & Gullert menyatakan: “BarangKali ada benarnya,kata orang, bahwa jantung dari masalah dunia, Setidaknya antara seseoarang dengan orang lain adalah ketidakmampuan orang untuk berkomunikasi, sementara ia berfikir sedang berkomunikasi. Hasil Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang buruk di pandang sebagai hal yang paling sering di sebut-sebut sumber konflik antar pribadi , karena individu menghabiskan waktu sadarnya hamper 70 persen untuk berkomunikasi (menulis,membaca,berbicara dan mendengar), kiranya cukup beralasan jika di katakan bahwa kekuatan yang paling menghambat keberhasilan percapaian kinerja kelompok adalah kurangnya komunikasi yang efektif (robbin) jadi, timbulnya pertengkaran,prasangka,perang antar -Negara ,perselisihan,perburuhan ,konflik organisasi yang timbul karena konflik komunikasi yang tidak efektif.
Kerena itu, masalah komunikasi perlu sekali mendapat perhatian untuk di teliti, di pelajari, di pahami dan di pecahakan oleh setiap orang/individu terlebih-lebih mereka yang terlibat dalam organisisasi sebab, komunikasi yang efektiflah yang dapat menjamin tercapainya tujuan-tujuan organisasi
Komunikasi Dalam Organisasi

1. Pengertian Komunikasi

Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu organisasi (Wiryanto, 2005). Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada anggotanya secara individual.
     Berikut beberapa teori komunikasi dalam organisasi menurut beberapa ahli :
      Everett M. Rogers, mengemukakan pendapatnya yaitu “Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.”   
Kemudian pendapat lain dari Rogers & O. Lawrence Kincaid “Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam”.
Theodore M. Newcomb,  “Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada penerima”
Dari pendapat di atas, bisa di tarik kesimpulan bahwa komunikasi bisa terjadi karena adanya beberapa unsur yang ada untuk membangun sebuah komunikasi.

Proses Komunikasi
            Proses Komunikasi Berkaitan dengan bagaimana komunikasi itu berlangsung. Untuk memahami proses komunikasi, sebagai acuan disini di kemukakan model Shannon dan Weaver yang unsur-unsur pokoknya adalah sebagai berikut :
1.      Sumber Informasi, Ini adalah awal dari proses komunikasi. Sumber ini memuat informasi dan memasukan berbagai bentuk keinginan dan tujuan yang ada di pihak pengirim.
2.      Transmisi. Transmisi mengubah (encodes) data ke dalam pesan dan mengirimkannya kepada penerima.
3.      Kebisingan/gangguan. Segala sesuatu yang menggangu dan terjadi antara transmisi dan penerima. Masalah arti kata, bahasa, atau distorsi pesan adalah contoh adanya gangguan dan, hal ini sering kali tidak bias di hindarkan di dalam proses komunikasi.
4.      Penerima, di sini komunikasi telah melewati tahap antara pengirim dan penerima di mana terjadi proses yang di sebut decoding yaitu pemberian makna atau penafsiran atas pesan yang dikirimkan.
5.      Tujuan Akhir. Ini adalah bagian terakhirdari proses komunikasi tujuan akhir ini bias berupa pejabat,penyelia, atau pihak lainnyayang di harapkanmemberikan reaksiterhadap pesan yang diterimanya

Jenis Jenis Komunikasi
            Ada beberapa macam cara pandangan yang dapat di pakai untuk memecahkan berbagai bentuk komunikasi. Komunikasi dapat dibedakan dari lingkup organisasi, arah,  tingkatan/hirarki organisasi. Sifat sifat dan media dengan dengan di gunakan untuk mentransfer pesan-pesan komunikasi secara singkat. Beberapa macam komunikasi yang di maksud adalah sebagai berikut:
1.      Lingkup Organisasi. Menurut lingkupnya dalam organisasi, komunikasi dapat dibedakan antara komunikasi intern dan ekstern. Komunikasi intern adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang atau bagian-bagian yang ada atau berlangsung di dalam sebuah organisasi. Komunikasi ekstern adalah komnikasi yang terjadi atau berlangsung antara suatu organisasi dengan pihak luar atau dengan bagian-bagian organisasi lain.
2.      Arah. Dari sudut arahnya, komunkasi dapat di bedakan antara komunikasi se-arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi se-arah adalah komunikasi yang di tandaioleh adanya satu pihak yang aktif, yaitu penyampaian informasi sedangkan yang lain pasif dan menerimannya. Dan komunikasi dua-arah adalah komunikasi yang melibatkan kedua pihak yang sama sama pemberi dan penerima informasi.
3.      Tingkatan organisasi. Di dalam struktur organisasi di kenal adanya tingkat-tingkat dan karenanya juga akan ikut menentukan corak komunikasi yang berlangsung di dalamnya berdasarkan tingkatan organisasi, komunikasi dapat di bedakan menjadi komunikasi vertical dan horisontal. Komunikasi vertical adalah komunikasi yang berlangsung antara bawahan dengan atasan di dalam hirarki dan komunikasi horizontal adalah komunikasi yang berlangsung di antara pejabat yang sederajat.
4.      Sifat Formal dan Informal. Dari segi sifatnya, komunikasi dalam organisasi dapat  berupa komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal adalah komunikasi yang melalui jalur yang berkenaan dengan urusan organisasi yang resmi, dan sebaliknya kalau informal adalah komunikasi tersembunyi sebab tidak tergambar dalam struktur organisasi.
5.      Pola komunikasi kelompok. Pendapat hamner, mengatakan bahwa ada lima pola komunikasi kelompok yaitu : pola lingkaran, Pola Y, pola roda, pola rantai dan pola seluruh saluran. Bagian bagian ini di sederhanakan oleh Duncan menjadi pola terpusat dan tersebar.


 Komunikasi Efektif
Apa itu Komunikasi Efektif  ?, Komunikasi efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada orang yang terlihat dalam komunikasi.Tujuan komunikasi efektif adalah memberi kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan melatih menggunakan bahasa non verbal secara baik. Ada beberapa pendapat para ahli mengenai komunikasi efektif, antara lain :
a.       Menurut Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi (2008:13) menyebutkan, komunikasi yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan, mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya menimbulkan suatu tidakan.
b.        Johnson, Sutton dan Harris (2001: 81) menunjukkan cara-cara agar komunikasi efektif dapat dicapai. Menurut mereka, komunikasi efektif dapat terjadi melalui atau dengan didukung oleh aktivitas role-playing, diskusi, aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran yang relevan. Meskipun penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk proses belajar-mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu proses komunikasi membutuhkan aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa berlangsung dan mencapai hasil yang efektif.
c.       Menurut Mc. Crosky Larson dan Knapp (2001) mengatakan bahwa komunikasi yang    efektif dapat dicapai dengan mengusahakan ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap dan bahasa.
Implikasi Manajerial
         Implikasi manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.

Daftar Pustaka :
Ivancevich. Jhon M., Robert kanopaske, dan Michael matteson.2006  . perilaku dan manajemen informasi., Edisi ke 7, Jilid 2. Jakarta: Erlangga
West, Ricard dan Lynn H. Turner. 2008. Teori Komunikasi : Analisis dan Aplikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Santoso, Edi dan Mite Setiansah. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Littlejohn, Stephe W. dan Karen A. Foss. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Sofyandi.herman., Garniwa.Iwa.,”Perilaku Organisasional.Yogyakarta:Graha Ilmu.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar