Pembukaan
:
Proses
komunikasi itu sendiri seringkali di anggap sebagai akar dari semua persoalan –
persoalan yang timbul di dunia. Sebagaimana Hick & Gullert menyatakan:
“BarangKali ada benarnya,kata orang, bahwa jantung dari masalah dunia,
Setidaknya antara seseoarang dengan orang lain adalah ketidakmampuan orang
untuk berkomunikasi, sementara ia berfikir sedang berkomunikasi. Hasil
Penelitian menunjukan bahwa komunikasi yang buruk di pandang sebagai hal yang
paling sering di sebut-sebut sumber konflik antar pribadi , karena individu
menghabiskan waktu sadarnya hamper 70 persen untuk berkomunikasi
(menulis,membaca,berbicara dan mendengar), kiranya cukup beralasan jika di
katakan bahwa kekuatan yang paling menghambat keberhasilan percapaian kinerja
kelompok adalah kurangnya komunikasi yang efektif (robbin) jadi, timbulnya pertengkaran,prasangka,perang antar
-Negara ,perselisihan,perburuhan ,konflik organisasi yang timbul karena konflik
komunikasi yang tidak efektif.
Kerena itu, masalah komunikasi perlu sekali mendapat
perhatian untuk di teliti, di pelajari, di pahami dan di pecahakan oleh setiap
orang/individu terlebih-lebih mereka yang terlibat dalam organisisasi sebab,
komunikasi yang efektiflah yang dapat menjamin tercapainya tujuan-tujuan
organisasi
Komunikasi Dalam Organisasi
1. Pengertian Komunikasi
Komunikasi organisasi adalah pengiriman dan penerimaan
berbagai pesan organisasi di dalam kelompok formal maupun informal dari suatu
organisasi (Wiryanto, 2005).
Komunikasi formal adalah komunikasi yang disetujui oleh organisasi itu sendiri
dan sifatnya berorientasi kepentingan organisasi. Isinya berupa cara kerja di
dalam organisasi, produktivitas, dan berbagai pekerjaan yang harus dilakukan
dalam organisasi. Misalnya: memo, kebijakan, pernyataan, jumpa pers, dan
surat-surat resmi. Adapun komunikasi informal adalah komunikasi yang disetujui
secara sosial. Orientasinya bukan pada organisasi, tetapi lebih kepada
anggotanya secara individual.
Berikut beberapa teori komunikasi dalam organisasi menurut beberapa ahli :
Everett M. Rogers, mengemukakan pendapatnya yaitu
“Komunikasi adalah suatu proses dimana suatu ide dialihkan dari sumber kepada
suatu penerimaan atau lebih dengan maksud untuk mengubah tingkah laku mereka.”
Kemudian pendapat lain dari Rogers
& O. Lawrence Kincaid “Komunikasi adalah suatu proses dimana dua orang
atau lebih membentuk atau melakukan pertukaran informasi dengan satu sama lain
yang pada gilirannya akan tiba pada saling pengertian yang mendalam”.
Theodore
M. Newcomb,
“Setiap tindakan komunikasi dipandang sebagai suatu transmisi
informasi,terdiri dari rangsangan yang diskriminatif, dari sumber kepada
penerima”
Dari
pendapat di atas, bisa di tarik kesimpulan bahwa komunikasi bisa terjadi karena
adanya beberapa unsur yang ada untuk membangun sebuah komunikasi.
Proses
Komunikasi
Proses Komunikasi Berkaitan dengan bagaimana komunikasi
itu berlangsung. Untuk memahami proses komunikasi, sebagai acuan disini di
kemukakan model Shannon dan Weaver yang unsur-unsur pokoknya adalah sebagai
berikut :
1.
Sumber Informasi, Ini adalah awal dari
proses komunikasi. Sumber ini memuat informasi dan memasukan berbagai bentuk
keinginan dan tujuan yang ada di pihak pengirim.
2.
Transmisi. Transmisi mengubah (encodes)
data ke dalam pesan dan mengirimkannya kepada penerima.
3.
Kebisingan/gangguan. Segala sesuatu yang
menggangu dan terjadi antara transmisi dan penerima. Masalah arti kata, bahasa,
atau distorsi pesan adalah contoh adanya gangguan dan, hal ini sering kali
tidak bias di hindarkan di dalam proses komunikasi.
4.
Penerima, di sini komunikasi telah
melewati tahap antara pengirim dan penerima di mana terjadi proses yang di
sebut decoding yaitu pemberian makna atau penafsiran atas pesan yang
dikirimkan.
5.
Tujuan Akhir. Ini adalah bagian
terakhirdari proses komunikasi tujuan akhir ini bias berupa pejabat,penyelia,
atau pihak lainnyayang di harapkanmemberikan reaksiterhadap pesan yang
diterimanya
Jenis
Jenis Komunikasi
Ada beberapa
macam cara pandangan yang dapat di pakai untuk memecahkan berbagai bentuk
komunikasi. Komunikasi dapat dibedakan dari lingkup organisasi, arah, tingkatan/hirarki organisasi. Sifat sifat dan
media dengan dengan di gunakan untuk mentransfer pesan-pesan komunikasi secara
singkat. Beberapa macam komunikasi yang di maksud adalah sebagai berikut:
1.
Lingkup Organisasi. Menurut lingkupnya
dalam organisasi, komunikasi dapat dibedakan antara komunikasi intern dan
ekstern. Komunikasi intern adalah komunikasi yang terjadi antara orang-orang
atau bagian-bagian yang ada atau berlangsung di dalam sebuah organisasi.
Komunikasi ekstern adalah komnikasi yang terjadi atau berlangsung antara suatu
organisasi dengan pihak luar atau dengan bagian-bagian organisasi lain.
2.
Arah. Dari sudut arahnya, komunkasi
dapat di bedakan antara komunikasi se-arah dan komunikasi dua arah. Komunikasi
se-arah adalah komunikasi yang di tandaioleh adanya satu pihak yang aktif,
yaitu penyampaian informasi sedangkan yang lain pasif dan menerimannya. Dan
komunikasi dua-arah adalah komunikasi yang melibatkan kedua pihak yang sama
sama pemberi dan penerima informasi.
3.
Tingkatan organisasi. Di dalam struktur
organisasi di kenal adanya tingkat-tingkat dan karenanya juga akan ikut
menentukan corak komunikasi yang berlangsung di dalamnya berdasarkan tingkatan
organisasi, komunikasi dapat di bedakan menjadi komunikasi vertical dan
horisontal. Komunikasi vertical adalah komunikasi yang berlangsung antara
bawahan dengan atasan di dalam hirarki dan komunikasi horizontal adalah
komunikasi yang berlangsung di antara pejabat yang sederajat.
4.
Sifat Formal dan Informal. Dari segi
sifatnya, komunikasi dalam organisasi dapat
berupa komunikasi formal dan informal. Komunikasi formal adalah komunikasi
yang melalui jalur yang berkenaan dengan urusan organisasi yang resmi, dan
sebaliknya kalau informal adalah komunikasi tersembunyi sebab tidak tergambar
dalam struktur organisasi.
5.
Pola komunikasi kelompok. Pendapat
hamner, mengatakan bahwa ada lima pola komunikasi kelompok yaitu : pola
lingkaran, Pola Y, pola roda, pola rantai dan pola seluruh saluran. Bagian
bagian ini di sederhanakan oleh Duncan menjadi pola terpusat dan tersebar.
Komunikasi Efektif
Apa
itu Komunikasi Efektif ?, Komunikasi
efektif adalah komunikasi yang mampu untuk menghasilkan perubahan sikap pada
orang yang terlihat dalam komunikasi.Tujuan komunikasi efektif adalah memberi
kemudahan dalam memahami pesan yang disampaikan antara pemberi dan penerima
sehingga bahasa lebih jelas, lengkap, pengiriman dan umpan balik seimbang, dan
melatih menggunakan bahasa non verbal secara baik. Ada beberapa pendapat para
ahli mengenai komunikasi efektif, antara lain :
a. Menurut
Jalaluddin dalam bukunya Psikologi Komunikasi (2008:13) menyebutkan, komunikasi
yang efektif ditandai dengan adanya pengertian, dapat menimbulkan kesenangan,
mempengaruhi sikap, meningkatkan hubungan sosial yang baik, dan pada akhirnya
menimbulkan suatu tidakan.
b. Johnson, Sutton dan Harris (2001: 81)
menunjukkan cara-cara agar komunikasi efektif dapat dicapai. Menurut mereka,
komunikasi efektif dapat terjadi melalui atau dengan didukung oleh aktivitas
role-playing, diskusi, aktivitas kelompok kecil dan materi-materi pengajaran
yang relevan. Meskipun penelitian mereka terfokus pada komunikasi efektif untuk
proses belajar-mengajar, hal yang dapat dimengerti di sini adalah bahwa suatu
proses komunikasi membutuhkan aktivitas, cara dan sarana lain agar bisa
berlangsung dan mencapai hasil yang efektif.
c. Menurut
Mc. Crosky Larson dan Knapp (2001) mengatakan bahwa komunikasi yang efektif dapat dicapai dengan mengusahakan
ketepatan (accuracy) yang paling tinggi derajatnya antara komunikator dan
komunikan dalam setiap komunikasi. Komunikasi yang lebih efektif terjadi
apabila komunikator dan komunikan terdapat persamaan dalam pengertian, sikap
dan bahasa.
Implikasi
Manajerial
Implikasi
manajerial adalah bagaimana meningkatkan produktifitas dengan cara meningkatkan
kapasitas, kualitas, efisiensi dan efektivitas dari sumber daya yang ada. apa
implikasi manajerial yang muncul dari organisasi tanpa pembatas (borderless
Tipe organisasi transnasional/tanpa batas memakai pengaturan yang mengeliminasi
atau menghapus halangan geografis artitisial.Para manajer memilih pendekatan
ini dalam rangka meningkatkan efisiensi dan efektivitas di pasar global yang
kompetitif.Implikasi yang dirasakan oleh para pihak manajer adalah bagaimana
mereka bisa mengembangkan produk yang diproduksi di negara lain,dengan baik
dengan cara memanfaatkan sumber daya alam dan manusia yang ada pada negara
ttersebut.Jadi struktur organisasi manajerial tidak akan berpusat pada satu
organisasi manajerial namun harus mencakup seluruh struktur organisasi
manajerial di seluruh negara dimana perusahaan iitu berada.
Daftar Pustaka :
Ivancevich. Jhon M.,
Robert kanopaske, dan Michael matteson.2006
. perilaku dan manajemen informasi.,
Edisi ke 7, Jilid 2. Jakarta: Erlangga
West, Ricard dan Lynn H.
Turner. 2008. Teori Komunikasi : Analisis dan Aplikasi. Jakarta:
Salemba Humanika.
Santoso, Edi dan Mite
Setiansah. 2010. Teori Komunikasi. Yogyakarta: Graha Ilmu.
Littlejohn, Stephe W. dan
Karen A. Foss. Teori Komunikasi. Jakarta: Salemba Humanika.
Sofyandi.herman.,
Garniwa.Iwa.,”Perilaku Organisasional.Yogyakarta:Graha Ilmu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar